Mengenai Saya

Foto Saya
Im a big dreamer, fashion admirer-designer-mix match'er, accessories maker, food lover, enjoy cooking, travelling, singing and dancing, anything fun. Broadway,5th Avenue to the Gossip Girl makes me fall in love with New York city. One of my bigest dream,wow. Lakers, Kobe and Gasol is very cool. And what else,let me think.. Kimora, she is my Idol :D :D last but not least Im a Barbie and Hellokitty Lover. Its me AdrianiNadia, =)

Minggu, 01 April 2012

Psychological Analysis Of The Movie: The Blind Side


Dinamika psikologis yang dialami oleh Michael:

  1. Masa Phallic, (dalam tahap perkembangan Freud) tidak dapat terlewati dengan baik pada Michael, dikarenakan ia sejak lahir tidak tinggal bersama ayahnya, bahkan siapa sosok ayahnya pun ia tidak begitu mengetahui dengan jelas, dan ketika ia masih balita ia juga harus mengalami perpisahan dengan ibunya, karena ibunya ditangkap polisi karena kepemilikan dan kecanduan ganja, disamping itu ibunya juga dianggap tidak dapat mengurusi anak dengan baik oleh negara, maka dari itu Michael dipindahkan ke panti asuhan oleh pemerintah.
  2. Michael adalah seorang anak yang pembawaannya tenang, terbukti memiliki kepribadian kekanak-kanakan, karena dia mencoba bermain dengan anak-anak TK dan di abaikan oleh anak TK tersebut. Kemudian Michael berteman dengan anak termuda dari keluarga Tuohy yang mengenalkan pada dunia bola.
  3. Michael mengalami stress, yang stressor nya merupakan stressor personal atau masalah yang dialami berasal dari masalah personal yaitu keluarganya.
  4. Stress yang dialami Michael akibat pengalaman masa lalu nya tentang keadaan keluarganya yang begitu rumit dan memprihatinkan, sehingga mengorbankan anak anak, mendatangkan tekanan tersendiri bagi Michael yang berdampak pada proses perkembangannya, yaitu:
-          Perkembangan Kognisi yang terhambat dan tidak bejalan baik
-          Proses sosialisasi dengan sesama yang juga tidak berjalan baik karena ia menjadi kurang percaya diri, akibat lingkungan yang selalu  meremehkannya, dan tidak hangat pada dirinya.
-          Proses komunikasi pun ikut terpengaruhi menjadi kurang terlatih akibat ia jarang bersosialisasi.
  1. Rasa hampa, minder, dan perasaan tidak berarti mendominasi perasaan Michael sehari hari, sehingga ia menjadi kebingungan akan hidupnya, dan bagaimana bertahan menjalani hidup ini.
  2. Segala ketidak puasannya atas hidupnya pada saat terpuruk, atas perlakuan orang tuanya, selalu ia repress karena tiada hal apapun yang dapat ia perbuat tentang hal itu, berusaha menerima nasibnya, dan merepress segala memori yang menyakitkan bagi dirinya walaupun ia sendiri bingung apakah memang pantas ia mendapatkannya atau tidak.
  3. Dari segala tekanan dan stress yang ia hadapi, dan kemampuan intelegensinya yang hanya rata rata, namun Michael memiliki insting pelindung yang sangat kuat, dan hal tersebut yang pada akhirnya dapat dimanfaatkan dengan baik dan menjadi jati dirinya, yang menghasilkan respect dari lingkungan, juga keberuntungan besar tersendiri bagi Michael.
  4. Saat keluarga Leanne Touy menerima Michael sebagai anggota keluarga mereka, perlahan – lahan Michael mulai merasa dirinya berarti. Mulai muncul rasa nyaman dan seakan mendapat perlindungan secara psikis dari keluarga tersebut
  5. film ini kaya dengan penggambaran realitas sosial, dimana ras masih menjadi penghalang dan pemisah antarwarga.

  1. Perubahan psikologis yang terlihat dari kasus Michael adalah bahwa seseorang yang tersingkir, dianggap remeh, tidak percaya diri, tidak ada jati diri, dalam keadaan stress, dengan pengalaman menyakitkan dalam hidupnya, dengan faktor faktor tertentu dapat tertolong dan berubah keadaan psikologisnya menjadi seorang yang percaya diri, meraih jati dirinya, dan dihormati orang lain, dengan prestasi prestasi yang dapat dihasilkannya.


Coping terhadap stress pada Michael:

-          Pada kasus Michael, ia melakukan coping dengan cara : Change The Goal:

Michael lahir kedunia sama seperti anak anak lainnya, namun situasi dan kondisi keluarga yang membuatnya menjadi terpuruk, dan stress.
Maka dari itu Michael jauh di lubuk hatinya juga memiliki impian impian, keinginan akan sesuatu dan banyak hal, seperti ingin dapat bermain dengan teman teman, memiliki banyak teman sehingga ia tidak kesepian, memiliki keluarga yang utuh dan sejahtera, dan lain lain.  Namun karena kondisi yang harus ia hadapi begitu pahit sehingga ia harus menjadi bagian dari anak anak yang dianggap ditelantarkan oleh orang tuanya sehingga menjadi tanggung jawab negara, tinggal di panti, dan bahkan tinggal di jalanan, membuat michael tidak lagi bermimpi tentang kesejahteraan, tidak lagi bermimpi tentang memiliki teman teman yang banyak yang dapat diajak bermain bersama bersuka cita, ia merubah tujuan, dan pemikirannya. 

Yang menjadi tujuan hidup Michael pada saat itu hanyalah kebutuhan biologis yang sangat dasar, seperti makan, tempat untuk tidur, dan berteduh, bahkan untuk rasa aman saja ia belum mampu menghadirkan itu pada dirinya.  konsentrasi hidupnya adalah bagaimana bertahan menjalani kehidupan yang sangat keras, membingungkan, sekaligus menyakitkan baginya ini. Walaupun Michael menjadi tanggung jawab negara, namun rasa kekurangan akan kasih sayang tidak dapat dihadirkan oleh negara, fasilitas yang ia dapat pun hanya fasilitas sangat sederhana, namun michael sering kabur dari panti panti yang menaunginya, membuatnya menggelandang.  Hal itu terjadi karena ia stress akan semua masalah yang menimpanya, dalam hatinya selalu berusaha bertanya mengapa, namun ia tidak pernah ammpu menemukan jawabannya. Hal itu bahkan membuat Michael tidak dapat konsentrasi terjadap sekolah dan berpikir untuk hal hal yang terkait dengan pelajaran, karena kebutuhan dasarnya saja masih memprihatinkan, ia pun tidak merasakan apa itu kasih sayang dari keluarga, kakak dan adik nya saja ia tidak begitu tahu berada dimana saja, sementara ibunya tidak dapat mengurus anak anaknya dengan baik.



Faktor yang membuat Michael berhasil:

-          Social Support –

Adalah sosial support yang menjadikan Michael tertolong dari stressnya yang berkepanjangan selama ini, dan memebuatnya berhasil menjadi dirinya sendiri, menjadi pribadi yang berprestasi dan dihormati orang lain.
Beruntung Michael bertemu dengan sebuah keluarga dari sekolah tempat ia dikirim untuk belajar yang sangat berbaik hati mau menerima Michael dan pada akhirnya untuk tinggal dirumah mereka dan mengasuhnya secara legal. Dari sana lah ia perlahan mendapat kasih sayang yang sudah lama tidak pernah ia rasakan, ia mendapat keamanan, kenyamanan dan penerimaan yang baik, ia juga mendapat teman yang selama ini tidak pernah ia miliki.
Keadaan baru ini merubah semangat hidupnya, dan perlahan juga menariknya keluar dari stress berkepanjangan selama ini.
Keluarga itu adalah keluarga kulit putih, namun mereka mau menolong dan mengasuh Michael yang berwarna kulit hitam, dan memperlakukan Michael penuh kasih sayang, memperlakukannya sama seperti mereka memperlakukan dua orang anak kandungnya. Sikap luar biasa yang dimilki oleh keluarga ini yang membantu michael dalam keberhasilannya. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar